Smartphone sudah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang di Indonesia. Sebagian dari mereka kesulitan menjalankan bisnisnya tanpa Smartphone. Dan sebagian lainnya merasa hidupnya hampa tanpa gadget yang satu ini. Hal yang membuat orang kecanduan pada ponsel canggih ini adalah aplikasi di dalamnya. Aplikasi game, chatting, dan sosial media dapat membuat hidup seseorang semakin bewarna. Selain itu, aplikasi produktifitas dapat membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan.

Namun sayangnya, beberapa aplikasi sub sekunder yang beredar di app store tidak memiliki kualitas yang baik. Sehingga, para penggunanya tidak dapat merasakan manfaat yang coba diberikan oleh aplikasi tersebut. Selain itu, beberapa app dapat membahayakan perangkat dan merupakan spam. Sehingga, para pengguna Smartphone dirugikan oleh aplikasi tersebut. Untuk mencegah pengalaman buruk ini, Google Play Store akan menggunakan algoritma baru. Dengan sistem baru ini, Google dapat dengan otomatis memberikan ranking rendah pada aplikasi yang performanya buruk.

Selain algoritma baru, Google juga akan menilai sinyal kualitas aplikasi. Aplikasi yang tidak memiliki sinyal kualitas yang baik dan tidak memiliki performa yang baik akan menempati rangking terbawah. Aplikasi ini akan ditempatkan pada bagian bawah dalam list aplikasi yang dijual. Sehingga, pengguna Smartphone tidak akan dengan mudah menemukannya. Selain itu, dengan penempatan ranking seperti ini, para pengembang app akan bekerja keras dalam mengembangkan aplikasi. Dengan begitu, para pengguna Smartphone akan dapat menikmati pengalaman yang lebih baik dalam menggunakan aplikasi mobile.

Google belum menjabarkan dengan jelas perihal kapan mereka akan mulai menggunakan algoritma baru ini. Selain itu, mereka juga belum memaparkan dengan jelas tentang rincian algoritma ini. Walaupun begitu, para pelanggan Google Play Store dapat mulai merasa aman dengan adanya sistem baru yang ditawarkan oleh platform ini. Sekarang, mereka tak perlu lagi khawatir meng-instal aplikasi yang salah. Mereka juga tak perlu khawatir tentang aplikasi spam dan berbahaya yang dapat merusak perangkat mereka. Dua aplikasi jenis ini tidak akan ada lagi di Play Store. Sehingga, para pengguna aplikasi sub sekunder dapat merasakan pengalaman yang lebih memuaskan dalam pengoperasian aplikasi.

WhatsApp chat