Sebenarnya, prinsip memotret dengan kamera film atau kamera analog sama dengan kamera digital, walaupun membutuhkan sikap yang berbeda pada setiap tahap pemotretan. Maksudnya, apabila seseorang terbiasa dengan kamera digital, maka ia akan cenderung terburu-buru. Berbeda dengan pengguna kamera film yang temponya lebih lambat dan berfikir secara menyeluruh supaya pengaturan kamera dapat dilakukan secara presisi tanpa ada perhitungan yang terlupakan.

Sikap memotret dengan kamera digital cenderung cepat karena pengguna dapat mengambil foto banyak, kemudian baru dipilih salah satu yang paling bagus. Kalau kamera film harus memperhitungkan eksposur dan mempertimbangkan mana yang akan dibuat gelap, gelap-abu-abu, gelap sekali dan sebagainya, selanjutnya baru dijepret.

Selain itu, pengguna kamera film harus memperbaiki pengukuran cahaya karena film yang digunakan biasanya terbatas. Sekali menjepret objek, film dalam kamera tersebut langsung merekam gambar dan tidak bisa diubah lagi. Jadi, apabila Anda gagal dalam menggunakan kamera film, akan menyebabkan film terbuang. Lain dengan kamera digital yang gambarnya tersimpan dalam memory, bisa dilihat tanpa harus melalui proses cuci cetak dulu.

Anda juga tidak boleh melupakan bahwa kamera film memakai medium yang sensitif cahaya. Jadi, apabila ingin memasang ataupun mengganti film, sebaiknya lakukan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Sebab, bila terkena sinar matahari, film akan langsung terbakar atau rusak. Meskipun tidak rusak seluruhnya, tapi akan muncul berkas oranye atau kemerahan.

Tips Memotret Dengan Kamera Film

Bila telah memahami dasar-dasar kamera film, Anda dapat mencoba dua teknik berikut untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus:

  • Double exposure. Artinya, menggunakan dua eksposur yang berbeda untuk memperoleh hasil jepretan yang bertumpuk. Contohnya, wajah yang transparan dan menampilkan pemandangan bunga-bunga. Jika ┬ákamera film dilengkapi mode double atau multiple exposure, Anda cukup mengaktifkannya dan memotret tanpa harus menggeser film yang telah terisi.

Tapi, jika kamera film tidak dilengkapi fitur tersebut, Anda dapat mencobanya dengan memutar ulang film.

  • Light Leaks. Sebetulnya, light leaks ialah kerusakan film yang disebabkan oleh sinar matahari. Tapi, justru kerap dijadikan sebagai efek artistik. Cara mendapatkannya, Anda harus menyelesaikan penggunaan satu roll film lalu menggulungnya. Di tengah penggulungan, tepatnya pada foto yang Anda suka, buka pintu menuju chamber film sedikit atau banyak, sesuai dengan efek yang Anda inginkan. Lalu gulung film sampai selesai dan cuci cetak foll film tersebut.

Demikian tips memotret dengan kamera film. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar menggunakan kamera analog.