Kebanyakan masyarakat yang sudah mengetahui adanya Smartphone tampaknya meresa bergantung dengan perangkat ini. Bisa dilihat disekitar kita banyak yang sudah memiliki atau menggunakan perangkat ini dimulai dari anak-anak sampai dewasa. Dengan ketergantungan inilah yang dapat mempengaruhi kemampuan memori dalam jangka panjang.

Sudah diteliti juga bahwa kebergantungan pada Smartphone dapat menyebabkan pengguna perangkat ini menggunakan otaknya jauh lebih sedikit daripada nenek buyut nya. Dari alhi Psikologi memperingatkan, hal itu dapat mempengaruhi kemampuan pengguna membuat dan menyimpan memori jangka panjang.

Bahkan terlalu banyak orang yang menyerahkan informasi penting atau data pribadi seperti alamat rumah dan nomor telefon, pada perangkat mobile sebagai pengingat dan menggantikan peran otak.

Para psikolog menegaskan, tidak bersusah payah menghafal fakta-fakta dan informasi bisa merugikan otak yang disebut ‘Digital Amnesia’. penelitian sebelumnya telah berulang kali mendemonstrasikan bahwa mengingat informasi secara aktif cara yang paling efisien untuk membuat memori permanen.

Efek yang ditimbulkan oleh kebergantungan Smartphone itu dapat menimbulkan gangguan komunikasi secara verbal dan juga membuat individu menjadi cenderung membesarkan fakta dan menyembunyikan fakta lain.

Hal ini juga berpengaruh terhadap perilaku social masyarakat, jadi jarang melakukan interaksi secara langsung dengan sekelilingnya. Bahkan pengguna perangkat ini sebagian besar tidak bisa mengingat nomor telphonenya sendiri.

Memang pada dasarnya dengan adanya Smartphone ini dapat mempermudah pengguna jika dilihat dari segi komunikasi, pendidikan dan segi social

Perkembangan dunia teknologi memang berkembang pesat sekali. Banyak yang menganggap perkembangan teknologi semacam IPTEK itu sebagai solusi yang ada saat ini. Tapi kita sebagai pengguna harus cermat juga untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan utama mana yang bukan.