Beberapa Rekomendasi Inspirasi Mobile App dengan Desain Unik

Dalam belajar membuat mobile app yang baik, Anda bisa meniru beberapa desain yang sudah dibuat oleh orang lain. Belajar dengan meniru memang bisa lebih efektif untuk menjadi lebih ahli. Dalam meniru, Anda bisa melihat berbagai desain yang populer dan bahkan unik.

Berikut akan diberikan beberapa rekomendasi inspirasi dari beberapa app yang bisa Anda contoh desain-nya:

YONO.MP3 Music App

Aplikasi ini tidak hanya bisa memutar music pada library gadget Anda tapi juga mencari siaran radio di area Anda. Sebagai music app, YONO.MP3 terlihat elegan dan mudah digunakan. Interface dan menu penting terlihat jelas di deretan bawah dengan font untuk memberi keterangan.

Tombol – tombol di beri warna jelas dan memiliki gradient untuk menunjukkan hirarki fungui. Icon penting akan memiliki tampilan dan warna yang tajam, sedangkan secondary menu akan nampak lebih datar.

Desain ini tentu menarik di tiru karena simpel tapi tepat guna. User akan mudah melihat menu dan mengetahui mana tombol yang penting mana yang tidak terlalu penting. Tampilan warna hitam merah juga terlihat keren dan menarik.

Watering Tracker App

App ini memiliki fungsi utama untuk mengingatkan user agar tidak lupa menyiram tanaman. Selain itu, app ini juga bisa menyesuaikan status tanaman dan kebutuhan airnya. Jadi Anda yang baru belajar bercocok tanam akan terbantu dengan banyak info jenis tanaman dan juga tips menyiraminya.

Untuk segi desain, app ini menampilkan foto – foto tanaman yang harus disirami. Dari menu jadwal ini Anda akan menemukan rekomendasi kadar air berdasarkan cuaca dan keadaan udara sekitar. UI ini tentu menyampaikan banyak data tapi dikemas dengan elegan dengan bentuk yang simpel.

Anda yang ingin mengintegrasi tampilan data complex tapi tetap terlihat simpel bisa menggunakan Watering Tracker App sebagai inspirasi.

Jika Anda ingin belajar lebih soal pembuatan mobile app dan desainnya, segaralah mendaftar di DUMET School. Dumet School adalah tempat kursus berkualitas tentang semua ilmu yang berhubungan dengan internet. Mulai dari membuat website, bisnis online, digital marketing, membuat app dan masih banyak lagi. Tempat khursus ini juga memberikan Anda akses ke tool premium tanpa Anda harus membayar lagi. Jadi tunggu apa lagi? Ayo daftar sekarang juga!

Rekomendasi Tool Bantu Untuk Membangun Mobile App

Sekarang ini kebutuhan untuk membuat mobile app sudah tidak perlu harus mahir dalam koding. Banyak platform app creator sudah cukup mudah digunakan bagi orang awam. Walaupun begitu Anda tentu perlu pengetahuan dalam design dan juga beberapa skill lain untuk benar – benar sukses.

Platform app creator yang mudah dipakai ini sayangnya terkadang tidak terlalu advance. Sekalipun advance, Anda biasanya harus membayar. Untuk memastikan biaya tetap kecil untuk membangun app, Anda bisa manfaatkan banyak tool pembantu.

Berikut adalah beberapa rekomendasi tool yang bisa Anda gunakan:

Tabris.js

Tool ini adalah gabungan app creator sekaligus tool pembantu. Tool ini memperbolehkan Anda mengaplikasikan JavaScript untuk berjalan di mobile app Anda. Sayangnya tool ini hanya compatible dengan iOS dan Android saja.

Tool ini juga memiliki security yang tinggi untuk membantu Anda mengatur transaksi data dari aplikasi ke customer. Hal lain yang membuat tool ini banyak direkomendasi adalah kemampuannya memperbaiki runtime aplikasi agar lebih secure.

Xamarin

Xamarin adalah mobile app development tool yang sangat dianjurkan bagi Anda yang prefer native application. Aplikasi ini dapat mengelola business logic layer (aturan arus informasi dalam aplikasi) dan data access dari berbagai platforms.

Tool ini juga compatible dengan banyak platform. Mulai dari iOS, Android dan bahkan Windows. Karena cukup fleksibel, Anda bisa gunakan tool ini untuk membangun aplikasi dari banyak device.

Appcelerator

App tool yang ini menggunakan basis HTML5. Kelebihan dari Appcelerator adalah membantu Anda membangun app hanya dengan line code yang pendek. Code yang pendek ini biasanya dapat diproses mudah dan menghasilkan aplikasi yang lebih responsive.

Selain mampu membuat lebih cepat, tool ini juga bisa membuat aplikasi Anda memiliki limit cloud yang lebih tinggi. Hal ini nantinya akan membantu user menjalankan app Anda yang butuh kemampuan lebih dari gadget si user.

Jika Anda ingin belajar lebih soal design mobile app, penggunaan platform creator dan toolnya, datang saja ke DUMET School. DUMET School adalah tempat kursus berkualitas tentang semua ilmu yang berhubungan dengan internet. Di sini Anda bisa belajar soal seluk beluk membuat app dengan lebih detail. Jadi tunggu apa lagi? Ayo daftar sekarang juga!

Skill Penting yang Dibutuhkan Untuk Membangun Mobile App

Perkembangan dunia teknologi terutama di mobile gadget membuat banyak orang ingin karir sebagai pembuat aplikasi. App sekarang ini cukup populer karena dapat merambah ke banyak hal. Mulai dari hiburan, bisnis, lifestyle dan masih banyak lagi.

Jika Anda ingin menjadi creator aplikasi mobile, Anda tentu perlu memiliki skill dan belajar. Walau sekarang sudah ada beberapa aplikasi yang memudahkan proses membuat app, beberapa skill ternyata penting untuk membuat aplikasi advance. Anda tentu tidak mau karena keterbatasan skill, aplikasi yang Anda buat biasa saja bukan?

Untuk menjadi sukses dalam membuat mobile app, pastikan belajar untuk dapatkan skill – skill berikut ini:

JavaScript

Jika Anda adalah front-end developer, memiliki skill mengelola JavaScript bisa jadi hal yang berguna. Hal ini terutama karena framework JavaScript yang terbaru, lengkap memiliki tool yang diperlukan untuk membuat mobile app.

Framework terbaru ini memiliki nama React Native dan Angular. React Native adalah framework yang memastikan Anda belajar sekali dan dapat menggunakan pengetahuan code tersebut di mana saja. Hal ini membuat teknik coding Anda bisa dipakai di berbagai platform.

Sedangkan framework Angular memiliki toolset yang detail dan dapat dikombinasikan dengan berbagai code JavaScript lain. Hal ini tentu memastikan bahwa Anda dapat melakukan perubahan pada framework tergantung style dan project yang Anda kerjakan.

Cross Platform Development (UX/UI design)

Sebagai pembuat mobile app, Anda tentu harus serba bisa. Mulai bekerja dengan platform tertentu (iOS dan Android), bentuk desain tertentu dan berbagai permintaan client yang lain. Karena itu Anda juga harus belajar tentang desain – desain UX dan UI.

Desain UI yang buruk bisa membuat user tidak nyaman. Jadi selalu sesuaikan desain – desain ini dengan native platformnya. Bentuk user Android tentu lebih nyaman dengan desain UI standar Android dan begitu juga dengan user iOS. Membuat adaptive layout tergantung platform ini harus dikuasai.

Cloud Computing

Untuk memudahkan Anda membuat aplikasi yang multi-platform, Anda bisa menggunakan teknologi Cloud Computing. Jika menggunakan teknologi ini, Anda bisa akses code aplikasi di mana saja dan melakukan perubahan lebih mudah.

Cloud Computing juga bisa meningkatkan performa aplikasi karena menggunakan sistem komputasi dari luar. Para user tidak perlu lagi menggunakan gadget yang high-end untuk menikmati aplikasi Anda yang intensif dan berat.

Jika Anda ingin belajar lebih soal pembuatan mobile app, segeralah mendaftar di DUMET School. DUMET School adalah tempat kursus berkualitas tentang semua ilmu yang berhubungan dengan internet. Mulai dari membuat website, bisnis online, digital marketing, membuat app dan masih banyak lagi. Tempat kursus ini juga memberikan Anda akses ke tool premium tanpa Anda harus membayar lagi. Jadi tunggu apa lagi? Ayo daftar sekarang juga!

Design Trend Untuk Mobile App di Tahun 2018 Lalu

Saat merencanakan design untuk mobile app tentu Anda perlu banyak inspirasi. Inspirasi ini tentu bisa datang dari perspektif user ataupun mengintip desain populer yang banyak dipilih. Ide desain baru akan selalu keluar tentu tidak ada salahnya mencontoh jika hal itu baik.

Jika Anda butuh inspirasi untuk memilih tampilan interface dan interaksi dengan mobile app, berikut adalah beberapa ide desain yang cukup populer di tahun 2018:

Interaksi Swipe

Bentuk desain ini sebetulnya sudah tumbuh sejak 2012, tapi pada 2018 bentuk interaksi ini mulai dikembangkan lebih banyak. Swipe di sini bisa untuk memanggil menu, keluar dari aplikasi, menghapus tulisan, berganti mode, shortcut dan masih banyak lagi.

Mengintegrasi swipe untuk mengganti fungsi ketuk dan tombol tentu terkesan berbeda bagi user. Interaksi unik ini juga membuka peluang untuk berbagai macam bentuk interaksi dalam satu app. Mengkombinasikan ketuk, swipe dan hold tentu bisa jadi pilihan interaksi yang terkesan canggih.

Tampilan Gradient

Jika berbicara tentang tampilan mobile app, pilihan warna gradient menjadi favorite di tahun 2018. Gradient dari warna terang ke gelap menghiasi banyak background dalam app. Gradient ini juga banyak yang memilih dari atas ke bawah, dengan bagian bawah berwarna lebih gelap.

Hal yang menarik dari gradient ini adalah sensasi exotic dan trendy tanpa harus banyak memberi hiasan warna lain. Karena auranya yang seperti itu, banyak app pemutar musik menggunakan tampilan ini.

Tampilan Layer

Disisi lain banyak juga tampilan – tampilan layer yang digunakan selain gradient. Bagi Anda yang belum pernah melihat tampilan ini, bayangkan saja banyak element bertumpuk satu sama lain. Biasanya tumpukan ini berupa kombinasi focus, blur dan transparan layout.

Contoh saja tampilan menu depan app dengan tulisan login dan sign-up. Setelah menekan tulisan login, menu sebelumnya tidak hilang namun menjadi blur sebagai background dan Anda disambut pop-up transparant yang lebih jelas di depannya. Pop-up ini berisi ruang untuk menulis ID dan password.

Bentuk Simple

Bentuk simple di sini berhubungan dengan trend minimalis yang mulai banyak digunakan karena jelas dan tidak membingungkan. Simple shape ini biasanya melibatkan persegi, lingkaran dan segitiga. Bentuk yang simple ini membuat tampilan lebih elegan dan memberi ruang untuk font agar lebih mudah digunakan.

Animasi Interaktif

Desain yang berikutnya adalah animasi yang interaktif. Misal saat tombol disentuh ada animasi membesar, tampilan loading yang bereaksi dengan sentuhan jari dan bahkan animasi saat swipe yang membuat icon di layar bergerak. Animasi memang bisa membuat aplikasi lebih berat tapi tampilan ini menjadi favorite karena memberi kepuasan sendiri bagi para user.

Jika Anda ingin belajar lebih soal design mobile app dengan lebih baik, datang saja ke DUMET School. DUMET School adalah tempat kursus berkualitas tentang semua ilmu yang berhubungan dengan internet. Di sini Anda bisa belajar soal seluk beluk design app dengan lebih detail. Jadi tunggu apa lagi? Ayo daftar sekarang juga!

Belajar Membuat Mobile App yang Intuitive

Sekarang ini membuat mobile app sendiri adalah hal populer yang tentunya membuat banyak orang tertarik. Di zaman modern ini, memang penggunaan mobile app sudah sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Hal seperti transaksi, berbelanja, transportasi dan bahkan antar barang sudah bisa menggunakan aplikasi.

Namun tidak semua aplikasi yang ada benar – benar dipakai. Hal ini terjadi tidak hanya karena kebutuhan orang berbeda ataupun persaingan antar aplikasi, tapi karena banyak aplikasi yang desainnya buruk. Saat user merasa mobile app membingungkan, tidak enak dipandang dan terasa tidak intuitif, mereka akan membuang aplikasi tersebut.

Jika Anda ingin belajar membuat mobile app sendiri, perhatikan hal berikut untuk memastikan mobile app buatan Anda mudah digunakan, jelas dan intuitive:

Membuat Perencanaan dan Prototype

Hal pertama yang harus dipastikan adalah bayangan Anda soal aplikasi mobile ini. Untuk memastikan bentuknya jelas dan konkrit, coba gambar blueprint atau prototype untuk mendesain awal aplikasi ini. Hal ini memastikan gambaran yang ada di kepala Anda bisa terlihat lebih jelas.

Desain menggunakan prototype ini juga bisa menjadi acuan utama saat proses pembuatan sudah mulai berjalan. Anda tentu tidak mau proses ini tersendat hanya karena Anda masih belum yakin tentang gambaran aplikasinya bukan?

Buat Desain yang Simple

Untuk membuat user mudah paham tentang layout mobile app dan cara menggunakannya, pastikan desain yang Anda pakai simple dan tepat guna. Simple di sini bisa dalam bentuk icon, tulisan, bentuk menu dan tentunya struktur User Interfacenya.

Anda tidak perlu menggunakan animasi, bentuk icon unik atau font yang aneh – aneh hanya untuk menarik perhatian user. Penggunaan tampilan yang ramai malah terkadang terkesan membingungkan. Dari pada beresiko membuat user sulit menggunakan app Anda, lebih baik pakai desain yang sederhana.

Desain Sesuai dengan Platform

Setiap platform pasti memiliki bentuk User Interfase yang sudah paten. Contoh saja tombol menu pada Android selalu ada di pojok atas (bisa kiri ataupun kanan). Bentuk icon menu ini juga titik 3 atau garis 3. Karena sudah user yang menggunakan Android terbiasa dengan hal ini, aplikasi mobile Anda juga lebih baik menggunakan desain yang sama. Hal kecil seperti ini akan membuat user mudah memahami dan menggunakan mobile app yang Anda buat.

Gunakan Perspektif dari User

Hal yang tidak kalah penting adalah memikirkan desain dari posisi user. Selalu tanyakan hal seperti:

  • Apakah font aplikasi sudah jelas di baca?

  • Apakah ukuran tombol terlalu kecil untuk jari user?

  • Apakah kontras warna sudah bagus?

  • Dst

Pertanyaan seperti ini penting untuk memahami bagaimana perasaan user saat menggunakan aplikasi mobile Anda. Jika ingin pasti, lakukan tes untuk aplikasi dan menjaring feedback dari tes tersebut. Jika proses ini dilakukan berulang – ulang, Anda akan mendapatkan inspirasi desain yang lebih user friendly.

Jika Anda ingin belajar lebih soal desain mobile app, datang saja ke DUMET School. DUMET School adalah tempat kursus berkualitas tentang semua ilmu yang berhubungan dengan internet. Di sini Anda bisa belajar soal seluk beluk app dengan lebih detail. Jadi tunggu apa lagi? Ayo daftar sekarang juga!