Smartphone masih menjadi gawai nomor satu yang menjadi perhatian orang setiap kali ada yang baru diluncurkan. Smartphone sudah menjadi gaya hidup orang jadi jelas saja jika banyak orang selalu mengikuti setiap perkembangan inovasi dan trend smartphone. Di tahun 2017 kemarin, inovasi di dunia smartphone agak meredup tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya ada 3 inovasi yang terlihat menjanjikan pada tahun kemarin. Semoga saja di tahun 2018 ini tiga inovasi tersebut bisa berkembang lebih lanjut dan kita bisa mendapatkannya di semua lini smartphone yang diluncurkan pada tahun 2018.

Layar dengan rasio 18:9

Kebanyakan smartphone yang ada di pasaran telah memiliki layar dengan display ratio 16:9 karena memang rasio ini merupakan rasio standard untuk kepuasan menonton film baik di layar bioskop maupun di televisi. Tapi di tahun 2017 kemarin beberapa perusahaan ponsel besar membuat gebrakan terbaru dengan meluncurkan produk smartphone dengan rasio layarnya lebih besar yaitu 18:9. Rasio layar 18:9 ini tentu saja membuat layar smartphone terlihat lebih lapang dan bezel smartphone jadi semakin mengecil atau tidak ada sama sekali. Kekurangan dari rasio layar ini yaitu gambar di film atau serial televisi jadi melebar dan tampak gepeng kalau ditonton dengan layar penuh (fullscreen). Tapi sepertinya kekurangan ini tidak menjadi masalah yang berarti bagi kebanyakan orang karena layar dengan rasio 18:9 tetap mendapat banyak tanggapan positif bahkan inovasi ini diharapkan bisa diterapkan di semua lini smartphone pada tahun ini, tidak hanya di smartphone hi-end saja tapi juga di smartphone low-end.

Frekuensi rate layar 120 Hz

Frekuensi rate layar smartphone pada umumnya adalah 60 Hz. Tapi di tahun 2017 kemarin ada smartphone yang telah menggunakan layar dengan frekuensi rate 120 Hz. Menurut teori, semakin besar frekuensi rate layar smartphone maka gambar yang dimunculkan pada layar akan semakin cepat, semakin jelas, dan semakin mulus dalam arti semakin berkurang glitch yang mungkin terjadi saat gambar terunduh. Layar dengan frekuensi rate 120 Hz akan membuat fitur virtual reality dan augmented reality akan semakin nyata dan hidup.

Smartphone dengan e-SIM

Smartphone yang ada di pasaran masih mengandalkan kartu SIM supaya bisa berfungsi. Kartu SIM sekarang ini dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukurannya yaitu mini, micro dan nano. Baru-baru ini Google meluncurkan smartphone dengan teknologi eSIM. Jadi eSIM ini sudah diinjeksikan dalam smartphone dan tidak bisa dilepaskan. Meskipun injeksi bukan berarti pengguna smartphone tidak bisa berganti operator. Pengguna smartphone cukup mengunduh aplikasi tertentu untuk mengganti operator eSIM. Jadi kita tidak perlu bolak-balik membuka smartphone untuk mengganti kartu.